4 Obat Antibiotik yang Terbukti Ampuh Menghilangkan Jerawat Batu

Salah satu cara menyembuhkan jerawat batu adalah menggunakan obat antibiotik yang banyak dijual di apotik. Di artikel jerawatcinta.com kali ini kita akan membahas beberapa obat anti biotik terbaik tersebut untuk atasi jerawat yang membandel.

Jerawat batu selain menyakitkan juga sangat mengganggu penampilan dan bahkan berisiko meninggalkan bekas atau parut di wajah jika salah dalam mengatasinya.

Jenis jerawat ini terjadi pada kulit yang bermasalah dan termasuk jerawat yang cukup sulit untuk disembuhkan. Ciri dari jerawat batu, yakni benjolan merah dan bernanah yang biasanya disertai dengan radang hebat.

Jika tidak diobati, jerawat batu dapat merusak kulit wajah dan menimbulkan luka yang tidak sedap dipandang.

Lantas, bagaimana cara mengobati jerawat batu? Beberapa orang menggunakan obat jerawat yang diresepkan oleh dokter. Berikut ini penjelasannya.

Jenis-Jenis Obat Antibiotik untuk Mengobati Jerawat Batu

Obat antibiotik jerawat batu

Obat antibiotik jerawat batu

Berikut ini beberapa obat antibiotik yang diharapkan dapat mengatasi masalah jerawat membandel di wajah:

1. Clindamicyn

Antibiotik pertama yang bisa anda gunakan mengobati jerawat batu adalah antibiotik dengan nama Clindamicyn.

Perlu anda ketahui bahwa jerawat batu bisa timbul karena masalah hormonal yang timbul dan juga karena masalah kebersihan wajah anda.

Jika alasannya hanya kebersihan, maka jerawat batu bisa hilang dengan rajin membersihkan wajah. Bersihkan wajah anda terutama dari make up secara rutin dan gunakan skin care untuk mendapatkan hasil yang maksimal.



Namun bagaimana jika penyebabnya faktor hormonal? tentu jerawat tidak bisa hilang dengan membersihkan wajah saja. Dalam hal ini dibutuhkan obat antibiotik yang sudah terbukti ampuh menyembuhkan jerawat batu.

Salah satunya adalah antibiotik Clindamicyn yang bermanfaat menekan produksi hormonal anda.

BACA JUGA:  Penyebab dan Cara Menghilangkan Jerawat Batu

Fungsi mendasarnya yaitu membunuh bakteri penyebab jerawat, khususnya jerawat batu dan mengendalikan hormon dalam tubuh yang menyebabkan jerawat.

Meskipun sifatnya hormonal, biasanya yang memicu timbulnya  jerawat batu adalah jamur. Antibiotik Clindamicyn bisa menghilangkan jamur yang menginfeksi kulit wajah anda.

Clindamicyn yang berbentuk obat minum diresepkan selama kurun waktu dua minggu sampai dua bulan, tergantung seberapa parah jenis jerawatnya.

Sedangkan untuk beberapa kasus jerawat batu, ada juga dokter yang memberikan obat secara oral dan topikal.

Clindamicyn digunakan dua hari sekali dan wajib dibarengi sunscreen karena akan membuat kulit menjadi kering dan iritasi jika terkena matahari.

Selain itu, kulit menjadi sensitif, mulai dari kemerahan atau perih, karena itu penting untuk mencocokkan dosis dengan kondisi kulit.

Jika berbentuk non oral atau topikal biasanya yang banyak digunakan adalah antibiotik dengan konsentrasi 1,2% clindamicyn phosphate.

2. Tetrasiklin

Tetrasiklin atau Tetracycline merupakan salah satu golongan antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan adanya bakteri.

Sehingga diharapkan dengan antibiotik ini bisa menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri di tubuh dan kulit wajah atau bahkan pada tubuh.

Obat tetrasiklin tidak bisa digunakan untuk anda yang sakit karena infeksi virus seperti halnya flu dan juga batuk.

Untuk anda yang memiliki jerawat batu bisa mengonsumsi obat ini, mengingat jerawat batu disebabkan oleh bakteri dan bukan virus.

Namun penggunaanya haruslah atas anjuran dan pengawasan dokter. Antibiotik memang akan menyembuhkan jerawat batu perlahan-lahan, namun setiap orang membutuhkan dosis yang sesuai tingkat keparahan jerawat.

Pastikan anda untuk membaca petunjuk dalam kemasan obat, khususnya Tetracycline yang digunakan untuk mengobati jerawat batu.

BACA JUGA:  Cara Menghilangkan Jerawat Batu dari Wajah Secara Alami

Cara mengonsumsi dari Tetracycline yaitu saat perut anda kosong, disarankan satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan dan jangan tidur setelah meminum obat ini.

Selain itu banyak minum air jika mengonsumsi obat, jangan lupa banyak istirahat dan jaga kebersihan tubuh dan kulit anda.

Untuk mengatasi jerawat batu yang meradang dosis konsumsi tetracycline adalah 250-500 mg setiap 8 jam sekali dalam jangka waktu 10-15 hari.

Jika ingin hasil yang maksimal maka anda harus konsumsi secara rutin. Sedangkan untuk jerawat batu yang benar-benar parah biasanya konsumsi diperpanjang menjadi 20 hari mengingat bakteri yang membuat jerawat menjadi jerawat batu pasti sudah menempel dan meradang.

3. Doksisiklin dan Eritromisin

Selain kedua antibiotik diatas ada juga antibiotik yang biasa digunakan yaitu doksisiklin dan eritromisin yang biasa berbentuk oral maupun bentuk salep.

Untuk jenis antibiotik masing-masingnya memiliki fungsi yang sama yaitu membunuh bakteri, namun cara mengonsumsinya dan efek samping yang ditimbulkan tentu berbeda-beda.

Untuk ibu hamil dan anda yang ingin mengusir jerawat batu dengan efek samping yang ringan maka anda bisa mengonsumsi eritromisin.

Sedangkan untuk doksisiklin dan tetrasiklin termasuk ke dalam antibiotik yang lumayan keras dan memiliki dosis tinggi.

Alasan inilah yang membuat antibiotik itu lebih cepat mengatasi jerawat batu. Namun dosisnya cukup tinggi dan beresiko untuk anda yang sensitif.

Tips Mencegah Jerawat Batu

Selain penanganan menggunakan antibiotik ada tips untuk membantu menghindari dan mengatasi jerawat batu yang terjadi pada wajah anda :

  • Bersihkan kulit wajah dengan rutin menggunakan sabun yang lembut (sabun khusus wajah) dan utamakan formulasi yang ringan. Hindari sabun dengan jenis deterjen dan wewangian yang terlalu tajam karena akan merusak tekstur kulit wajah.
  • Gunakan sabun wajah yang bersifat membersihkan namun kadar antiseptiknya jangan terlalu tinggi, mengingat jika digunakan dengan rutin akan menyebabkan kulit jadi lebih kering dan mudah iritasi.
  • Hindari scrubbing atau menggosok kulit bagian wajah dengan berlebihan, terutama di bagian jerawat batu yang meradang. Selain memperparah anda hanya akan menambah jerawat batu.
  • Jika anda sudah tahu bahwa kulit wajahnya sensitif dan sedang mengalami peradangan akibat jerawat batu, baiknya menjaga penggunaan produk untuk wajah. Baik untuk skin care ataupun kosmetiknya. Usahakan juga untuk selalu menggunakan produk yang sudah diuji secara dermatologis dan bersifat non-komedogenik.
  • Jangan menggaruk, menggesek apalagi memecahkan jerawat menggunakan kuku sendiri. Karena hal tersebut akan memperparah jerawat batu dan menimbulkan bekas, kulit wajahpun akan terasa sakit dan nyeri.
  • Dilarang menyentuh wajah saat tangan anda kotor, usahakan untuk mencuci tangan sebelum mengaplikasikan kosmetik dan skin care.
  • Rutin bersihkan rambut anda dan tubuh dengan sampo dan sabun, terutama untuk anda yang kebetulan memproduksi minyak cukup tinggi. Jika tidak kemungkinan hormon dan minyak akan lari ke jerawat batu dan semakin parah.
  • Oleskan obat sesuai resep dan juga konsultasikan terlebih dahulu, minta turunkan dosis jika jerawat batu anda sudah mulai sembuh.
BACA JUGA:  Penyebab Jerawat Batu Tiba-Tiba Muncul Sangat Banyak dan Cara Mengatasinya

Tiga jenis antibiotik di atas memang menjadi andalan banyak orang ketika jerawat batu melanda. Namun perlu diingat bahwa konsumsi antibiotik meskipun hasilnya bagus, tetap memiliki efek samping, terutama jika sering digunakan.

Konsultasi ke dokter untuk meminimalkan risiko penggunaan obat antibiotik ini, semoga bermanfaat.

Leave a Reply