Cara Mengurangi Hormon Berlebih Penyebab Jerawat

Kita tahu bahwa salah satu faktor penyebab utama jerawat adalah masalah hormonal. Jenis jerawat ini timbul akibat hormon yang naik dan turun dengan sendirinya.

Biasanya jerawat akibat hormon yang tidak stabil terjadi di masa puberitas, namun jerawat hormon juga berpotensi menyerang segala usia, terutama pada kaum wanita.

Hormon pada wanita berfluktuasi terutama ketika memasuki masa menstruasi dan monopouse yang menyebabkan jerawat muncul tak terkendali di wajah.

Karena itu di artikel jerawatcinta.com kali ini kita akan membahas bagaimana menghindari jerawat akibat hormon yang tidak stabil.

Apa Karakteristik dari Jerawat Hormonal?

Zona T adalah daerah pada wajah yang kerap kali mengalami masalah jerawat, terutama jerawat hormonal atau jerawat yang terjadi akibat perubahan hormon.

Jerawat yang disebabkan oleh hormon datang dalam beragam bentuk, ada yang berbentuk bruntusan, jerawat pasir, komedo bahkan jerawat batu.

Benjolan jerawat yang kadang menimbulkan masalah peradangan terjadi akibat:

  • Haid
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Menopouse
  • Peningkatkan kadar androgen

Secara khusus, fluktuasi hormon dapat memperburuk masalah jerawat dengan cara:

  • Peradangan kulit yang terjadi secara keseluruhan
  • Produksi minyak atau sebum di pori-pori
  • Sel-sel kulit yang tersumbat
  • Produksi bakteri penyebab jerawat yang disebut Propionibacterium acnes

Apakah Jerawat Saat Menopause Merupakan Salah Satu Bentuk Jerawat Hormonal?

Mengatasi jerawat akibat hormon

Mengatasi jerawat akibat hormon

Menopause juga merupakan salah satu bentuk dari terjadinya fluktuasi hormonal yang akan menyerang wanita di umur 40 hingga 50 an. Salah satu ciri menopause adalah penurunan produksi hormon reproduksi.



Saat menopause, menstruasi akan terhenti dan terjadi peningkatan maupun penurunan hormon yang akan berdampak pada munculnya jerawat.

Bahkan ketika anda melakukan terapi HRT atau terapi penggantian hormon saat menopouse, anda masih mungkin mengalami masalah jerawat, walaupun HRT sendiri berfungsi sebagai terapi untuk meringankan gejala menopouse yang bisa dialami siapa saja.

BACA JUGA:  6 Tips Mengatasi Jerawat Akibat Perubahan Hormon

Bagaimana Mengurangi Hormon Berlebih Penyebab Jerawat

Anda tetap bisa menggunakan pengobatan tropikal jika masalah hormonal tidak terlalu parah dan masih bisa dikendalikan.  Dalam hal ini biasanya jerawat yang dihasilkan hanya berupa jerawat kistik atau jerawat yang kecil-kecil saja.

Pilihan obat oral juga bisa digunakan sebagai terapi pengurangan hormon. Berikut ini cara mengurangi hormon berlebihan yang bisa menyebabkan jerawat.

  1. Kontrasepsi oral

Biasanya kontrasepsi oral memang dikhususkan dalam terapi pengurangan hormon agar bisa mengendalikan masalah jerawat, terutama yang mengandung etinilestradisol plus, yang juga memiliki salah satu dari kandungan zat berikut ini :

  • Drospirenone
  • Norgestimate
  • Norethindrone

Selama ovulasi, beberapa jenis dari zat diatas bisa mengatasi kelebihan hormonal dan mengontrolnya.

Sayangnya, jika anda adalah salah satu diantara sedikit orang yang mengalami masalah kelainan pembekuan darah, kanker payudara dan hipertensi maka ini bukanlah jenis pengobatan yang dianjurkan.

  1. Obat anti-androgen

Jenis obat ini merupakan pilihan pengobatan yang sesuai dengan namanya yang akan berfokus kepada hormon androgen yang secara alami dimiliki oleh manusia.

Jika anda mengeluarkan atau memproduksi terlalu banyak hormon androgen maka hal ini akan mengganggu siklus folikel rambut serta akan meningkatkan produksi minyak dan membuat penyumbatan pori-pori lebih mudah.

Meskipun Aldactone atau spironolactone memiliki efek anti androgen namun obat ini juga biasanya digunakan dalam pengobatan hipertensi.

Ini menyebabkan tubuh menyeimbangkan produksi hormon berlebih yang memicu tumbuhnya jerawat lanjutan.

  1. Retinoid

Retinoid topikal adalah pengobatan umum yang biasanya digunakan jika masalah hormonal yang berlebihan tersebut masih dalam tingkatan ringan dan belum parah.

BACA JUGA:  6 Tips Mengatasi Jerawat Akibat Perubahan Hormon

Vitamin A adalah sumber retinoid, Anda bisa menemukan banyak jenis pengobatan retinoid yang beredar di pasaran berupa krim, lotion dan gel.

Karena itu menggunakan produk yang mengandung retinid adalah salah satu pengobatan topikal yang umum digunakan.

Retinoid akan memudahkan kulit untuk terbakar sinar matahari maka sangat dianjurkan menggunakan tabir surya ketika anda memilih perawatan retinoid topikal.

Cara Mengobati Jerawat Hormonal Secara Alami

Pilihan pengobatan untuk mengurangi dan mengatasi masalah hormon yang berlebih tidak hanya dengan menggunakan obat-obatan saja.

Tetapi anda juga bisa menggunakan pengobatan alami seperti obat herbal yang mudah ditemukan secara bebas. Beberapa diantaranya yaitu:

  1. Minyak pohon teh

Salah satu minyak essensial yang kerap kali digunakan dalam terapi jerawat adalah minyak pohon teh.

Dimana nantinya minyak ini akan mengatasi peradangan akibat adanya jerawat dan juga akan menjadi toner sekaligus pembersih alami yang akan mengendalikan produksi minyak berlebih.

  1. Asam alfa hidroksi

Alpha hydroxy acids (AHA) adalah asam tumbuhan yang kebanyakan berasal dan bersumber dari buah jeruk.

AHA dapat membantu dalam mengatasi dan mengangkat sel kulit mati yang akan menyumbat pori-pori dan ini juga bagus dalam membantu mengeringkan luka jerawat dan menyamarkan noda bekas jerawat.

Hanya saja sebaiknya anda menggunakan tabir surya jika menggunakan terapi AHA karena produk ini meningkatkan kadar sensitivitas kulit yang tidak berbeda dengan Retinoid.

  1. Teh hijau

Jika ingin mengurangi masalah peradangan dalam tubuh yang akan disebabkan oleh masalah jerawat, maka sangat disarankan menggunakan terapi teh hijau.

Dimana anda juga bisa mengontrol hormon dengan terapi teh hijau. Minum 2 cangkir setiap hari untuk hasil terbaik. Selain menggunakan beragam terapi berikut ada beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi yaitu:

  • Gula
  • Produk susu
  • Karbohidrat olahan, seperti pasta dan roti putih
  • Daging merah
  1. Diet yang Tepat
BACA JUGA:  6 Tips Mengatasi Jerawat Akibat Perubahan Hormon

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kadar hormonal yang berlebih juga disebabkan akibat masalah pola makan dan konsumsi makanan harian yang salah.

Jadi cobalah beralih menggunakan pola makan makanan sehat dengan mengganti beragam hal yang kurang baik seperti karbohidrat sederhana diganti menjadi yang kompleks, dan merubah kebiasaan makan yang tidak teratur menjadi lebih teratur dan terarah.

Cobalah konsumsi lemak tak jenuh yang banyak berupa biji-bijian.

  1. Mengelola Stres

Stress berhubungan secara tidak langsung dengan produksi hormon yang berlebihan. Karena stress akan menyebabkan adrenal memproduksi androgen secara berlebihan dan ini akan menyebabkan jerawat yang banyak serta meradang.

Banyak penelitian menbyebut bahwa salah satu faktor penyebab hormon berlebih pemicu jerawat adalah akibat dari stress yang tidak dikelola dengan baik.

Jadi, anda harus benar-benar jeli dalam mengelola tingkatan stress. Lakukan istirahat yang cukup selama pemulihan pasca stress terhadap tekanan apapun.

Jangan sampai ada banyak hal yang membebeani pikiran anda dan memicu lebih banyak produksi hormon yang akan berdampak pada permasalahan jerawat yang tak kunjung sembuh.

Kita tahu memang akan lebih mudah mendapatkan stress apalagi masalah pekerjaan dan beragam hal lainnya. Namun, seberat apapun hal yang membebani anda, cobalah untuk tetap tenang dan stabilkan emosi.

Untuk mengelola stres baiknya anda aktif melakukan olah raga ringan dan berdiskusi dengan orang lain. Tidak jarang program untuk menceritakan beragam keluh kesah berhasil mengatasi masalah stress yang mengganggu banyak orang dan mengontrol kelebihan hormonal penyebab jerawat tersebut.

Leave a Reply